#

Dosen Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia Mengabdi Untuk Pengembangan Tenun Songket Melayu Riau di Cahaya Kemilau

Tenun songket Melayu merupakan salah satu produk kerajinan Riau yang memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Saat ini tenun songket Melayu Riau telah ditetapkan sebagai produk unggulan daerah Riau berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2018 tentang Rencana Pengembangan Industri Provinsi (RPIP). Dan sebagai salah satu niat baik dari para dosen IBT Pelita Indonesia untuk memberikan sumbangsih bagi pengembangan tenun songket Melayu Riau, maka dilakukanlah kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD), yang mana program ini didukung sepenuhnya oleh Kemenristek-BRIN, melalui dana hibah tahun anggaran 2020. Adapun tim pengabdian diketuai oleh Ibu Astri Ayu Purwati, B.Sc., M.Sc., dengan dibantu oleh tiga orang anggota, yaitu Bapak Sarli Rahman, ST., MM. yang bertanggung jawab pada bidang operasi dan produksi, Ibu Mimelientesa Irman, SE., M.Ak. yang bertanggung jawab pada bidang keuangan dan akuntansi, dan Bapak Muhammad Lutfhi Hamzah, B.IT., M.Kom yang merupakan dosen dari UIN SUSKA Riau dengan tanggung jawab pada bidang teknologi. Sedangkan yang menjadi mitra pengabdian adalah Cahaya Kemilau, yang merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang Tenun Songket Melayu Riau, dengan pimpinannya adalah ibu Neng Yusmasari. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan turut menyertakan dosen-dosen IBTPI lainnya dan juga mahasiswa.

Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap, dan kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 8 Agustus 2020 ini difokuskan pada beberapa kegiatan utama. Kegiatan pertama yaitu pelatihan menenun bagi ibu-ibu setempat yang bertempat tinggal disekitar workshop dari Cahaya Kemilau. Kegiatan kedua adalah pelatihan penggunaan sistem penjualan yang terkomputerisasi, yang sistem teknologinya telah disiapkan oleh tim pengabdian. Kegiatan berikutnya adalah pemotretran produk lengkap dengan para modelnya guna pembuatan katalog, brosur serta sistem promosi dan penjualan secara digital. Sedangkan pada kegiatan sebelumnya, tim pengabdian telah membenahi sepenuhnya sistem inventory dan produksi, serta sistem pencatatan dan pelaporan keuangan dari Cahaya Kemilau. Kegiatan-kegiatan yang di laksanakan oleh Tim Pengabdian Dosen IBTPI ini meskipun di laksanakan secara langsung saat pandemi seperti ini tetap mengikuti protokol kesehatan di era new normal seperti penggunaan masker dan menjaga social distancing.

Program pengabdian ini direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun, mulai dari tahun 2020, hingga tahun 2022. Pada tahun pertama ini, tim pengabdian memfokuskan untuk memperkuat infrastruktur dan fondasi bisnis dari Cahaya Kemilau, hingga produk-produk dari Cahaya Kemilau nantinya layak untuk dikomersialisasikan secara nasional, maupun secara internasional, melalui sistem promosi dan penjualan yang akan dikembangkan oleh tim pengabdian di tahun-tahun berikutnya, baik itu untuk produk utamanya berupa kain tenun songket Melayu, maupun produk-produk turunannya berupa tas dan aksesoris yang terbuat dari kain tenun songket Melayu. Untuk itu, Ibu Astri Ayu Purwati, B.Sc., M.Sc. selaku ketua tim pengabdian mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membuat program ini berjalan dengan baik, terutama kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ristek-BRIN, IBT Pelita Indonesia, Cahaya Kemilau, serta masyarakat setempat.

The Best Institute in Pekanbaru Riau